Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera..
Yang saya hormati Bapak/Ibu/Dewan Guru sekalian...
Yang saya hormati para hadirin semuanya....
Dan yang saya cintai para siswa/siswi sekolah....
Pertama-tama marilah kita senantiasa memanjatkan rasa puji syukur
kehadirat yang maha Kuasa yang telah memberikan kita segenap rahmat
serta hidayahnya sehingga kita masih diberikan kesehatan dan
kebahagiaan.
Bapak/Ibu hadirin sekalian yang saya hormati...
Pada kesempatan ini, izinkan saya untuk menyampaikan sepatah dua patah berkaitan dengan remaja.
Bapak/Ibu hadirin beserta teman-teman yang saya hormati...
Diusia remaja kita sebenarnya dihadapkan pada sebuah gejolak kehidupan
dan sosial yang sebenanrya tidak mudha. Diusia remaja kita seringkali
salah dalam menempatkan diri, dan cenderung melakukan
kesalahan-kesalahan yang dapat menyesatkan kita.
Dalam era keremajaan kita, hendaknya kita selalu waspada, dan tidak
melakukan serangkaian hal buruk yang dapat merusak masa depan kita
kelak. Mari tetap berpikir secara bijak, logis, dan tidak menjadi
pribadi yang mudah dipengaruhi oleh hal-hal buru.
Teman-teman yang saya cintai...
Sebagai remaja, kita sesungguhnya memiliki tanggung jawab yang besar.
Kita akan dituntut untuk bisa menjadi pribadi yang mampu mencerminkan
sikap yang baik, dan tidak menjadi pribadi yang mudah dipengaruhi oleh
hal-hal yang akan menodai masa depan kita kelak.
Mari jauhkan diri kita dari hal-hal yang negatif agar kita tidak
terjerumus dalam permasalahan hidup yang sulit untuk dibersihkan. Mari
menatap masa depan kita dengan cara-cara yang tepat, dan tidak
menyepelehkan sederet hal prioritas dalam kehidupan kita.
Bapak/Ibu dan teman-teman yang saya hormati....
Masa remaja akan menentukan seperti apa nantinya kehidupan kita sebagai
orang dewasa. Jika dimasa remaja kita banyak melakukan kesalahan maka
hal tersebut dapat menyempitkan kesempatan kita untuk menjadi orang yang
berhasil.
Marilah kita priositaskan pendidikan, dan jangan terpengaruh dengan
berbagai hal buruk yang senantiasa menyelimuti hari-hari kita. Jangan
pernah disesatkan oleh hal-hal yang nantinya akan membuat kita kesulitan
untuk keluar darinya.
Bergaullah secara sehat, mari jalani kehidupan kita dengan cara-cara
yang sehat, dan peka terhadap berbagai hal yang dapat merusak masa depan
kita. Mari membentengi diri kita dengan nilai prinsip-prinsip yang
membangun.
Demikian sedikit pesan yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini,
semoga dapat memberikan energi positif kepada kita semuanya, Amin.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Selasa, 11 Februari 2014
Rabu, 29 Januari 2014
laporan evolusi dan seleksi alam
LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
SIMULASI
SELEKSI ALAM
Bab I
Pendahuluan
A. Latar
Belakang
Evolusi (dalam kajian biologi) berarti perubahan pada
sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi
berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses
utama: variasi, reproduksi, dan seleksi.
Evolusi didorong oleh dua
mekanisme utama, yaitu seleksi alam dan hanyutan genetik. Seleksi alam merupakan sebuah
proses yang menyebabkan sifat terwaris yang berguna untuk keberlangsungan hidup
dan reproduksi organisme menjadi lebih umum dalam suatu populasi - dan
sebaliknya, sifat yang merugikan menjadi lebih berkurang. Hal ini terjadi
karena individu dengan sifat-sifat yang menguntungkan lebih berpeluang besar
bereproduksi, sehingga lebih banyak individu pada generasi selanjutnya yang
mewarisi sifat-sifat yang menguntungkan ini.[1][2] Setelah beberapa generasi, adaptasi terjadi melalui kombinasi
perubahan kecil sifat yang terjadi secara terus menerus dan acak ini dengan
seleksi alam.
Meskipun teori evolusi selalu
diasosiasikan dengan Charles Darwin, namun sebenarnya biologi
evolusioner
telah berakar sejak zaman Aristoteles. Namun demikian, Darwin adalah ilmuwan pertama yang mencetuskan teori
evolusi yang telah banyak terbukti mapan menghadapi pengujian ilmiah. Sampai
saat ini, teori Darwin mengenai evolusi yang terjadi karena seleksi alam dianggap oleh mayoritas
komunitas sains sebagai teori terbaik dalam menjelaskan peristiwa evolusi.
Seleksi alam yang dimaksud dalam teori evolusi adalah teori bahwa makhluk hidup yang tidak mampu beradaptasi
dengan lingkungannya lama kelamaan akan punah. Yang tertinggal hanyalah mereka
yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Dan sesama makhluk hidup akan
saling bersaing untuk mempertahankan hidupnya. Atau dapat juga di artikan proses
di mana mutasi genetika yang meningkatkan keberlangsungan dan reproduksi suatu
organisme menjadi (dan tetap) lebih umum dari generasi yang satu ke genarasi
yang lain pada sebuah populasi. Ia sering disebut sebagai mekanisme yang
"terbukti sendiri" karena:
- Variasi terwariskan terdapat dalam populasi organisme.
- Organisme menghasilkan keturunan lebih dari yang dapat bertahan hidup
- Keturunan-keturunan ini bervariasi dalam kemampuannya bertahan hidup dan bereproduksi.
Kondisi-kondisi
ini menghasilkan kompetisi antar organisme untuk bertahan hidup dan
bereproduksi. Oleh sebab itu, organisme dengan sifat-sifat yang lebih
menguntungkan akan lebih berkemungkinan mewariskan sifatnya, sedangkan yang
tidak menguntungkan cenderung tidak akan diwariskan ke generasi selanjutnya.
Konsep pusat
seleksi alam adalah kebugaran evolusi
organisme. Kebugaran evolusi mengukur kontribusi genetika organisme pada
generasi selanjutnya. Namun, ini tidaklah sama dengan jumlah total keturunan,
melainkan kebugaran mengukur proporsi generasi tersebut untuk membawa gen
sebuah organisme.Karena itu, jika sebuah alel meningkatkan kebugaran lebih
daripada alel-alel lainnya, maka pada tiap generasi, alel tersebut menjadi
lebih umum dalam populasi. Contoh-contoh sifat yang dapat meningkatkan
kebugaran adalah peningkatan keberlangsungan hidup dan fekunditas.
Sebaliknya, kebugaran yang lebih rendah yang disebabkan oleh alel yang kurang
menguntungkan atau merugikan mengakibatkan alel ini menjadi lebih langka. Adalah
penting untuk diperhatikan bahwa kebugaran sebuah alel bukanlah karakteristik
yang tetap. Jika lingkungan berubah, sifat-sifat yang sebelumnya bersifat
netral atau merugikan bisa menjadi menguntungkan dan yang sebelumnya
menguntungkan bisa menjadi merugikan.
Selasa, 28 Januari 2014
Laporan pengaruh air teh terhadap perkecambahan kacang hijau
LAPORAN
PENGARUH AIR
TEH TERHADAP PERKECAMBAHAN KACANG HIJAU
Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Alloh SWT, yang atas
rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan “ Pengaruh
Air Teh Terhadap Perkecambahan Kacang hijau”.
Penulisan laporan ini adalah merupakan salah satu tugas dan
persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata pelajaran Biologi di SMA N 3
Singkawang
Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah
membantu sehingga laporan ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya.
laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharap kritik dan
saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan laporan ini.
Akhirnya
penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca semua pada
umumnya dan bagi penulis khususnya.
singkawang
31 Agustus 2011
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat PenelitiaN
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
- Pengertian Perkecambahan
- Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
- Pengertian kacang hijau
- Pengertian air teh
BAB III METODE PENELTIAN
- Rancangan penelitian
- Waktu dan tempat penelitian
- Variable penelitian
- Alat dan bahan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
- Hasil penelitian
- Pembahasan
BAB V PENUTUP
Kesimpulan
Saran
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR HADIR ANGGOTA PRAKTIKUM
BAB I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
Untuk tumbuh, setiap makhluk hidup baik tumbuhan maupun
hewan, membutuhkan nutrisi dan kondisi yang sesuai dengan kebutuhannya.
Misalnya saja tumbuhan akan selalu membutuhkan air, unsure hara dan sinar
matahari untuk tetap hidup dan berkembang, walaupun kadar yang dibutuhkan
berbeda untuk setiap jenisnya, misalnya pada tumbuhan xerofit dengan tumbuhan
hirofit, jelas berbeda kebutuhan air antara keduanya.
Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, dalam dunia tumbuhan
terjadi persaingan baik persaingan antar jenis tumbuhan maupun dalam sejenis
tumbuhan tertentu. Persaingan ini terjadi karena kebutuhan yang tidak terbatas
dan sumber daya untuk pemenuhannya sangatlah terbatas. Persaingan untuk
mempertahankan hidup ini sering disebut sebagai kompetisi.
Ketersediaan unsur-unsur pendukung hidup ini sangat
berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tumbuhan yang
mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dan keadaan lingkungan yang mendukung
tentunya akan tumbuh dan berkembang dengan lebih baik dari pada tumbuhan yang
asupan nutrisinya kurang.
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil interaksi
antara factor-faktor dalam dan luar. Factor dalam adalah factor yang terdapat
dalam tubuh organisme, antara lain sifat genetic yang ada di dalam gen
dan hormone yang merangsang pertumbuhan. Sedangkan factor luar adalah factor
lingkungan. Potensi genetic hanya akan berkembang apabila ditunjang oleh lingkungan
yang cocok.
Penyiraman tumbuhan dengan air biasa adalah hal yang wajar
dilakukan. Dalam percobaan kali ini penulis akan menggunakan air teh untuk uji
coba pada tanaman kacang hijau.
laporan pembuatan koloid
PEMBUATAN KOLOID
I. TUJUAN :
Membedekan serta memhamai pembuatan koloid secara dispersi dan kondensasi
II. ALAT DAN
BAHAN :
A. Alat :
1. Lumpang
2. Gelas
Kimia
3. Tabung
Reaksi dan Rak
4. Pembakar
Spirtus
5. Pengaduk
Kaca
6. Kaki
Tiga dan Kasa Kawat
7. Gelas
Ukur
8. Labu
Erlenmayer
9. Pipet
Tetes
10. Neraca
B. Bahan :
1. Gula
Pasir
2. Serbuk
Belerang
3. Agar-agar
4. Minyak
Tanah
5. Larutan
FeCl3 Jenuh
6. Larutan
Sabun
7. Aquadest
III. CARA KERJA :
Percobaan A : Pembuatan
Sol dengan Cara Dispersi
a. Sol
Belerang dalam air
1. Campurkan
1 bagian gula dengan 1 bagian belerang, dan gerus dengan alu dan lumpang sampai
halus.
2. Ambil
1 bagian campuran dan campurkan dengan 1 bagian gula, lalu gerus sampai halus
3. Ulangi
langkah nomer 2 sampai empat kali. Ambil 1 bagian campuran keempat dan tuangkan
campuran itu kedalam gelas yang berisi 50ml air. Kemudian aduk campuran ini.
Amati hasilnya.
b. Sol
agar-agar dalam air
1. Ambil
agar-agar sebanyak 2 spatula kaca dan larutkan kedalam gelas kimia yang berisi
25ml air mendidih
2. Dinginkan
campuran itu dan amati yang terjadi. Cara ini disebut peptisasi.
Laporan kimia eletrolisis
Tujuan : mengamati reaksi yang
terjadi di anodevReaksi
Elektrolisis Alat dan Bahan : 1. Pipa U 2. 4vdan katode pada reaksi elektrolisis. Baterai 1,5 volt 3. Kabel sebanyak 2 4. 2 buah
elektrode karbon 5. 2 buah penjepit buaya 6. Pipet tetes 7. Kertas lakmus merah
8. Kertas Cara kerja : 1.vlakmus biru 9. Larutan KI 0,5 M 10. Larutan fenoftalin Rangkailah alat erektolisis. 2. Masukkan
larutan KI pada pipa U himgga permukaan larutan 2 cm dibawah mulut tabung. 3.
Hubungkan kedua elektrode karbon dengan ujung kabel menggunakan penjepit buaya.
4. Masukkan kedua elektrode karbon pada bagian kiri dan kanan pada pipa U
hingga tercelup dalam larutan. 5. Lakukan elektrolisis dengan menggunakan ujung
kabel yang lain dengan baterai 6 V. Elektrolisis dilakukan selama 10menit. 6.
Masukkan kertas lakmus meran dan biru ke bagian katode. 7. Tetesi anode dengan 4
tetes fenoftalin. 8. Amati dan Hasilvcatat perubahan warna pada kertas lakmus pada katode dan
anode. pengamatan: Bagian yang diamati
Perubahan yang terjadi Katode Ketika diberi PP dikatode berwarna merah. Anode
Dianode bewarna kuning Pertanyaan: 1.
Jelaskan ciri yang menunjukkanv,meskipun
diberi PP. adanya reaksi elektrolisis
pada katode dan anode? 2. Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi di katode dan
anode! 3. Berikan kesimpulan pada Reaksi
: KI → K+ + I- Katode :ü
Jawaban vhasil
percobaan tersebut1 Ciri-ciri yang terjadi: 1.ü2H2O + 2e- → 2OH- +H2 Anode : 2I- → I2+2e- Reaksi yang terjadi secara tidak spontan dan
berlangsung dengan bantuan energi listrik dari luar,misalnya baterai. 2. Saat
dialiri elektroda,di anode terjadi perubahan warna dari bening menjadi
kuning,sedangkan di katode tidak terjadi perubahan warna. 3. Pada saat diberi
PP di Reaksi ; Na2SO4 → 2Na+ + SO42-
Katode: 2H2O + 2e-ükatode,larutan
pink. Ciri-ciri yang terjadi: 1.ü→ 2OH- + H2 Anode:2H2O → 4H+ + O2 + 4e- Reaksi terjadi secara tidak spontan dan
berlangsung dengan bantuan energi listrik dari luar,misalnya baterai. 2. Pada
saat diberi PP, di anode pada larutan tetap,tidak terjadi perubahan warna. 3.
Saat dialiri elektroda,di katode pada larutan berwarna pink,sedangkan di anode
tidak terjadi perubahan warna. 4. Pada saat dialiri listrik,di katode maupun Dasar teori Pada sel elektrolisis, reaksivdi anode terjadi gelembung. oksidasi terjadi di anode dan reduksi terjadi
di katode sebagaimana sel volta. Reaksi elektrolisis berlangsung kompleks.
Spesi yag bereaksi berupa kation, anion, air atau elektrodenya. Spesi yang
mengalami reduksi di katode berupa spesi yang mempunyai potesial elektrode
lebih positif. Spesi yang mengalami oksidasi di anode berupa spesi yang
mempunyai potensial elektrode lebih negatif. Elektrode yang digunakan vdapat berupa inert yaitu elektrode yang tidak terlibat dalam
reaksi. Unjuk kreativitas Berdasarkan
percobaan tersebut,gantilah laruan kalium iodide(KI) dengan larutan kalium
sulfat (Na2SO4) 0,5 M tanpa penambahan larutan amilum.kertas lakmus merah dan
kertas lakmus biru masing-masing dimasukkan ke bagian katode dan anode.Amati
ciri yang menunjukkan Kesimpulan
Pada larutan KI diberi PP divterjadinya elektrolisis! katode,maka larutan itu berubah menjadi
larutan pink.Sedangkan pada larutan Na2SO4 Pada saat diberi PP, di anode pada
larutan tetap,tidak terjadi perubahan warna.
Laporan biologi pengaruh cahaya pada pertumbuhan kacang hijau
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan hidayahnya khususnya bagi penulis yang telah menyelesaikan makalah
laporan metode ilmiah yang berjudul “Pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan
perkembangan kcang hijau”
Dalam menulis karya ilmiah ini, alhamdulillah penulis tidak mendapatkan kendala
– kendala, sehingga penyelesaiannya dapat dikerjakan dengan baik. Selain itu
penulis juga mengucapkan terima kasih kepada guru sebagai pembimbing, orang tua
dan semua orang yang terlibat yang telah memberikan dorongan dan motivasi
sehingga karya ilmiah ini dapat terselesaikan.
Disini penulis juga sampaikan, jika seandainya dalam penulisan karya ilmiah ini
terdapat hal – hal yang tidak sesuai dengan harapan, untuk itu penulis dengan
senang hati menerima masukan, kritikan dan saran dari pembaca yang sifatnya
membangun demi kesempurnaan karya ilmiah ini. Semoga apa yang di harapkan
penulis dapat di capai dengan sempurna. Amin.
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Salah satu ciri makhluk hidup adalah tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan
merupakan bertambahnya jumlah dan besarnya sel diseluruh bagian tubuh yang
secara kuantitatif dapat diukur atau suatu peningkatan dalam berat atau
ukuran dari seluru/sebagian dari organisme, sedangkan perkembangan merupakan
bertambahnya fungsi alat tubuh yang dapat dicapai melalui tumbuh, kematangan
dan belajar atau peningkatan kemahiran dalam penggunaan tubuh (Sacharin,1996).
Pertumbuhan dan perkembangan
merupakan proses yang saling berhubungan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan dan pekembangan tumbuhan. Faktor-faktor tersebut dikelompokan
menjadi 2, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal
merupakan faktor yang meliputi faktor genetis (hereditas) dan factor
fisiologis, sedangkan faktor eksternal atau faktor lingkungan merupakan faktor
yang berasal dari luar tubuh tumbuhan tersebut yaitu dari lingkungan atau
ekosistem. Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan tumbuhan adalah cahaya.
Cahaya yang dibutuhkan tumbuhan
tidak selalu sama pada setiap tanaman. Ada jenis-jenis tumbuhan yang memerlukan
cahaya penuh dan ada pula yang memerlukan remang-remang untuk pertumbuhannya.
Banyak sekali teori yang menjelaskan tentang pengaruh cahaya terhadap
pertumbuhan tumbuhan. Namun teori tersebut belum sepenuhnya dapat dipelajari
jika kita belum mengetahui kebenarannya pada lingkungan kita. Selain itu,
masing banyak siswa dan siswi yang belum dapat menjelaskan pengaruh cahaya
terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Untuk itu, penulis mengadakan
penelitian untuk lebih mengetahui dan membuktikan kebenaran teori
tersebut. Dengan berlandaskan teori tersebut, didalam penelitian ini, penulis
akan mengamati pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau.
1.2. Rumusan Masalah
Dari latar
belakang tersebut dapat dirumuskan suatu masalah, yaitu :
1. Bagaimana
pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau.
2. Apakah
perbedaan pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau yang diletakan di tempat
yang gelap dan terang ?
1.3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah sebagaimana tertulis di
atas, maka tujuan penelitian karya tulis ilmiah Pengaruh cahaya terhadap
Pertumbuhan dan Perkembangan Kacang Hijau ini adalah :
1. Untuk mengetahui pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan
perkembangan kacang hijau.
2. Untuk
mengetahui perbedaan pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau yang
diletakan dilingkungan yang berbeda intensitas cahayanya.
1.4. Manfaat Penelitian
1. Manfaat untuk penulis
Dengan adanya penulisan karya tulis
ilmiah ini, dapat memberikan pengalaman serta pengetahuan bagi penulis tentang
pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau dan
perbedaan pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau yang diletakan
dilingkungan yang berbeda intensitas cahayanya.
2.
Manfaat untuk pembaca
Untuk menambah wawasan dan
pengetahuan tentang pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan
kacang hijau dan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau yang
diletakan dilingkungan yang berbeda intensitas cahayanya, sehingga dapat menanam
kacang hijau dengan intensitas cahaya yang tepat
Selasa, 22 Oktober 2013
Laporan Biologi Krenasi dan Plasmolisis
Krenasi
dan Plasmolisis
A. Tujuan
Mengomentari proses terjadinya plasmolisis pada sel
tumbuhan serta krenasi pada sel hewan.
B. Landasan
teori
Osmosis merupakan peristiwa difusi. Osmosis adalah perpindahan
molekul-molekul pelarut dari larutan berkonsentrasi rendah(hipotonik) ke
larutan berkonsentrasi tinggi(hipertonik) melalui selaput membrane
semipermeabel. Osmosis dapat mengakibatkan kerusakan sel .dalam peristiwa
osmosis terdapat peristiwa krenasi dan plasmolisis.
Secara etimologis krenasi berasal dari bahasa latin crenatus. Krenasi
terjadi pada sel hewan yang berada pada larutan yang hipertonik. Dimana air
dalam sel keluar karna konsentrasi zat di luar sel lebih tinggi daripada di
dalam sel, sehingga sel hewan mengerut dan menyebabkan terjadinya osmosis.
Plasmolisis adalah lepasnya membrane dari dinding sel. Kondisi ini
terjadi jika sel tumbuhan diletakkan dalam larutan hipertonik(tekanan turgor
semakinb besar dan kloroplas terdesak mendekati dinding sel) .plasmolisis
merupakan dampak dari peristiwa osmosis. Plasmolisis hanya dapat terjadi pada
kondisi ekstrim dan jarang terjadi di alam, biasanya terjadi secara sengaja di
laboratorium dengan meletakkan sel dalam larutan bersalinitas tinggi.
C. Alat dan
Bahan
1.
Mikroskop cahaya
2.
Gelas benda dan
gelas penutup
3.
Silet
4.
Penunjuk waktu
(stopwatch)
5.
Kertas saring
6.
Jarum franke
7.
Daun Rhoeo
discolor
8.
Akuades
9.
Larutan gila 0,3
M
10.
Alkohol 70%
11.
Kapas
12.
Cawan petri
D. Cara Kerja
1. Plasmolisis
a. Sayatlah permukaan
bagian bawah daun (bagian yang berwarna ungu merah) daun Rhoeo discolor.Buatlah
sayatan setipis mungkin.
b. Ambil sayatan
tersebut dan letakkan pada gelas benda yang sudah ditetesi dengan air.
Selanjutnya tutup sayatan daun pada gelas benda dengan gelas penutup. Amati
preparat menggunakan mikroskop.
c. Gambarlah bentuk sel
yang Anda amati
d. Larutkan sukrosa
pada cawan petri. Rendamlah sayatan daun Rhoeo discolor ke dalam larutan gula
0,3 M selama ± 5 menit. Untuk membuat larutan gula 0,3 M, larutkan 5,4 gram
gula ke dalam 100 ml akuades (pelarut).
e. Ambil sayatan dan
letakkan sayatan yang telah direndam pada gelas benda. Selanjutnya, tutup
sayatan tersebut dengan gelas penutup dan amati dengan gelas mikroskop .
f. Gambarlah bentuk sel
yang Anda amati
g. Bandingkan dengan
gambar sebelumnya
2. Krenasi
a. Ambil darah dari
jari manis dengan menggunakan lanset atau jarum Franke. Teteskan darah pada 2
buah gelas benda masing-masing 1 tetes.
b. Bersihkan luka
dengan kapas dan alkohol 70% agar tidak terjadi infeksi.
c. Tambahkan 1 tetes
larutan air pada gelas benda pertama. Tutuplah gelas benda tersebut dengan
gelas penutup, kemudian amati menggunakan mikroskop. Gambarlah bentuk sel darah
tersebut.
d. Tambahkan 2 tetes
larutan gula 0,3 M pada gelas benda kedua. Diamkan selama ± 5 menit. Setelah
lima menit,tutuplah gelas benda dengan gelas penutup kemudian amati menggunakan
mikroskop. Gambarlah bentuk sel darah tersebut.
e. Bandingkan
gambar/bentuk sel darah sebelum dan sesudah ditetesi larutan gula 0,3 M.
Langganan:
Postingan (Atom)